Istilah tradable dan non-tradable cukup sering muncul ketika membahas SBN Ritel. Bagi investor yang baru mulai mengenal SBN, istilah ini mungkin terdengar teknis, padahal perbedaannya berkaitan langsung dengan apa yang bisa dilakukan terhadap investasi sebelum jatuh tempo.
SBN tradable dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku, sedangkan SBN non-tradable tidak dapat dijual melalui pasar sekunder. SBN non-tradable pada jenis tertentu dapat memiliki fasilitas early redemption yang memungkinkan investor mencairkan sebagian investasi sebelum jatuh tempo sesuai persyaratan.
Memahami perbedaan ini penting agar kamu dapat mempertimbangkan likuiditas SBN dan memilih instrumen yang sesuai dengan kebutuhan keuangan. Berikut penjelasan mengenai SBN tradable dan non-tradable serta cara kerjanya.
Apa Arti Tradable dan Non-Tradable dalam SBN?
Dalam konteks SBN Ritel, istilah tradable menunjukkan bahwa surat berharga tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Setelah periode dan persyaratan tertentu terpenuhi, investor dapat menjual kepemilikannya kepada investor lain melalui mekanisme perdagangan yang tersedia.
Sementara itu, non-tradable berarti SBN tersebut tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Investor umumnya memegang investasi sampai jatuh tempo, tetapi jenis tertentu memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan penerbitan.
Sederhananya:
- Tradable: dapat dijual di pasar sekunder sesuai ketentuan.
- Non-tradable: tidak dapat dijual di pasar sekunder, tetapi dapat memiliki opsi pencairan sebelum jatuh tempo melalui early redemption jika memenuhi persyaratan.
Perbedaan ini membuat fleksibilitas pengelolaan dana pada kedua jenis SBN tersebut menjadi berbeda.
Jenis SBN Ritel Mana yang Tradable dan Non-Tradable?
Salah satu cara memahami perbedaan SBN tradable dan non-tradable adalah dengan melihat apakah instrumen tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Dalam SBN Ritel, jenis produknya terbagi menjadi dua kelompok berdasarkan karakteristik tersebut.
SBN Ritel Tradable
Jenis SBN Ritel yang tradable dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Produk yang termasuk dalam kategori ini adalah:
- ORI (Obligasi Negara Ritel)
- SR (Sukuk Ritel)
Investor yang memiliki ORI atau SR dapat mempertahankannya hingga jatuh tempo atau menjualnya di pasar sekunder sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku. Jika dijual sebelum jatuh tempo, harga yang diterima dapat berbeda dari nilai nominal karena dipengaruhi kondisi pasar.
SBN Ritel Non-Tradable
Sementara itu, SBN non-tradable tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. Jenis SBN Ritel yang termasuk dalam kategori ini adalah:
- SBR (Savings Bond Ritel)
- ST (Sukuk Tabungan)
Meskipun tidak dapat dijual di pasar sekunder, SBR dan ST memiliki fasilitas early redemption yang memungkinkan pencairan sebagian investasi sebelum jatuh tempo apabila memenuhi persyaratan yang berlaku.
Jadi, saat ingin memahami apa itu SBN tradable dan non-tradable, perhatikan dua hal utama: apakah SBN dapat dijual di pasar sekunder dan apakah tersedia fasilitas pencairan sebelum jatuh tempo. Perbedaan ini dapat memengaruhi fleksibilitas dan likuiditas SBN selama masa investasi.
Bagaimana Cara Kerja SBN Tradable?
Pada SBN tradable, investor memiliki opsi untuk menjual kepemilikannya sebelum tanggal jatuh tempo melalui pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Prosesnya melibatkan:
- Investor membeli SBN saat masa penawaran.
- Setelah memenuhi ketentuan perdagangan, SBN dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
- Investor dapat mempertahankan SBN hingga jatuh tempo atau menjualnya sebelum jatuh tempo.
Jika dijual, harga transaksi mengikuti kondisi pasar pada saat tersebut. Karena itu, kemampuan jual SBN sebelum jatuh tempo memberikan fleksibilitas tambahan. Namun, menjual SBN di pasar sekunder tidak berarti investor selalu menerima nilai yang sama dengan nilai nominal saat pembelian.
Apa Pengaruh Harga Pasar pada SBN Tradable?
Kemampuan untuk menjual investasi sebelum jatuh tempo menjadi salah satu karakteristik utama SBN tradable. Namun, ketika SBN diperdagangkan di pasar sekunder, harganya tidak selalu sama dengan nilai nominal saat pertama kali dibeli.
Harga SBN di pasar sekunder dapat berubah mengikuti kondisi pasar, termasuk perubahan tingkat suku bunga dan permintaan investor. Karena itu, investor yang jual SBN sebelum jatuh tempo bisa menerima nilai yang lebih tinggi atau lebih rendah dibandingkan nilai nominalnya.
Sebagai contoh, kamu memiliki SBN dengan nilai nominal Rp10 juta. Saat ingin menjualnya di pasar sekunder, harga pasar bisa berada:
- Di atas Rp10 juta, sehingga kamu berpotensi mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
- Di bawah Rp10 juta, sehingga nilai yang diterima bisa lebih rendah dari nilai nominal.
Jika SBN dipertahankan hingga jatuh tempo sesuai ketentuan, perubahan harga pasar tersebut tidak secara langsung menentukan pembayaran nilai pokok pada saat jatuh tempo. Jadi, likuiditas SBN tradable memberikan fleksibilitas untuk menjual investasi sebelum jatuh tempo, tetapi investor tetap perlu memahami bahwa harga jual dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Bagaimana Cara Kerja SBN Non-Tradable?
SBN non-tradable adalah SBN Ritel yang tidak dapat diperjualbelikan di pasar sekunder. SBR dan ST termasuk dalam kategori ini, sehingga investor tidak dapat menjual kepemilikannya kepada investor lain sebelum jatuh tempo melalui mekanisme perdagangan di pasar sekunder.
Meski tidak dapat diperdagangkan, investor tetap memiliki opsi untuk mengakses sebagian dana sebelum jatuh tempo melalui fasilitas early redemption, sesuai dengan ketentuan yang berlaku pada masing-masing seri.
Secara sederhana, mekanismenya dapat dipahami seperti berikut:
- Tidak dapat dijual di pasar sekunder: SBR dan ST tidak memiliki mekanisme jual beli seperti ORI atau SR.
- Tetap memberikan kupon: Investor menerima kupon sesuai tingkat dan jadwal pembayaran yang ditetapkan untuk seri tersebut.
- Memiliki opsi early redemption: Sebagian nilai investasi dapat dicairkan sebelum jatuh tempo jika memenuhi persyaratan.
- Memiliki ketentuan khusus: Periode pengajuan, jumlah yang dapat dicairkan, dan persyaratan lainnya mengikuti ketentuan masing-masing seri.
Karena itu, SBN non-tradable dapat menjadi pilihan bagi investor yang berencana mempertahankan investasinya hingga jatuh tempo, tetapi tetap ingin memiliki opsi pencairan sebagian dana melalui fasilitas early redemption jika diperlukan.
Apa Itu Early Redemption?
Early redemption SBN adalah fasilitas pencairan sebagian nilai investasi sebelum tanggal jatuh tempo yang tersedia pada jenis SBN tertentu. Fasilitas ini berbeda dengan menjual SBN di pasar sekunder. Pada SBN tradable seperti ORI dan SR, investor dapat menjual kepemilikan melalui pasar sekunder sesuai ketentuan. Sementara pada SBN non-tradable seperti SBR dan ST, early redemption menjadi salah satu mekanisme yang dapat digunakan untuk mencairkan sebagian investasi lebih awal.
Perlu diperhatikan bahwa early redemption memiliki persyaratan, periode pengajuan, batas minimal, dan batas maksimal tertentu yang dapat berbeda pada setiap seri. Karena itu, selalu periksa ketentuan seri SBN yang dimiliki sebelum mengajukan pencairan.
Perbedaan SBN Tradable dan Non-Tradable bagi Investor
Perbedaan SBN tradable dan non-tradable terutama terlihat dari cara investor mengelola investasinya sebelum jatuh tempo. Karakteristik ini berkaitan dengan likuiditas dan pilihan yang tersedia ketika dana perlu diakses lebih awal.
Pada SBN tradable seperti ORI dan SR, investor dapat menjual kepemilikannya di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Namun, harga jual mengikuti kondisi pasar sehingga nilai yang diterima bisa lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai nominal.
Sementara itu, SBN non-tradable seperti SBR dan ST tidak dapat dijual di pasar sekunder. Investor tetap dapat memiliki opsi pencairan sebagian melalui fasilitas early redemption, selama memenuhi persyaratan dan ketentuan seri yang berlaku.
Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat dari beberapa aspek:
- Cara mengakses dana: SBN tradable dapat dijual di pasar sekunder, sedangkan SBN non-tradable dapat menggunakan fasilitas early redemption jika tersedia dan memenuhi syarat.
- Perubahan nilai: Harga SBN tradable dapat berubah di pasar sekunder. SBN non-tradable tidak memiliki harga pasar sekunder karena tidak diperdagangkan.
- Fleksibilitas: SBN tradable memberikan pilihan untuk menjual sebelum jatuh tempo, sementara SBN non-tradable mengandalkan mekanisme early redemption.
- Pertimbangan investasi: Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas, jangka waktu investasi, dan rencana penggunaan dana.
Jadi, memahami perbedaan SBN tradable dan non-tradable bukan hanya soal apakah suatu SBN bisa dijual atau tidak. Yang lebih penting adalah mengetahui mekanisme akses dana sebelum jatuh tempo dan memilih karakteristik yang sesuai dengan kebutuhan keuangan.

Tradable atau Non-Tradable, Mana yang Perlu Dipertimbangkan?
Tidak ada pilihan yang secara otomatis lebih sesuai untuk semua investor. SBN tradable dapat dipertimbangkan jika fleksibilitas untuk menjual investasi sebelum jatuh tempo menjadi salah satu kebutuhan.
Sementara itu, SBN non-tradable dapat menjadi pilihan bagi investor yang berencana menyimpan investasi sampai jatuh tempo dan tidak membutuhkan akses melalui pasar sekunder.
Sebelum memilih, adapun hal-hal yang perlu dipertimbangkan diantaranya:
- Tujuan investasi: kapan dan untuk apa dana akan digunakan?
- Jangka waktu: apakah dana memang dapat disimpan sampai jatuh tempo?
- Kebutuhan likuiditas: apakah ada kemungkinan dana dibutuhkan lebih awal?
- Risiko harga: apakah kamu memahami kemungkinan perubahan harga pada SBN tradable?
- Ketentuan early redemption: jika memilih SBN non-tradable, pahami syarat pencairan awal yang berlaku.
Jangan Lupa Cek Karakteristik Setiap Seri SBN
Karakteristik SBN tradable dan non-tradable memberikan gambaran umum mengenai fleksibilitas masing-masing instrumen. Namun, setiap seri SBN tetap memiliki ketentuan penerbitan yang perlu diperiksa sebelum membeli.
Perhatikan informasi seperti tenor, kupon, tanggal jatuh tempo, periode perdagangan, mekanisme early redemption, serta ketentuan lainnya. Informasi tersebut dapat membantu kamu memahami bagaimana investasi akan dikelola selama masa kepemilikan. Dengan mengetahui karakteristik produk sejak awal, kamu dapat memilih jenis SBN Ritel yang lebih sesuai dengan tujuan investasi dan kebutuhan likuiditas.
Pelajari Pilihan SBN Ritel melalui DANA
Memahami istilah SBN tradable dan non-tradable dapat membantu kamu membuat keputusan investasi dengan lebih terinformasi. Perbedaan mekanisme perdagangan dan pencairan sebelum jatuh tempo menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli SBN Ritel.
Jika ingin mengenal dan mengakses SBN Ritel melalui DANA, kamu dapat melihat produk yang tersedia di aplikasi. Pastikan untuk membaca informasi setiap seri, termasuk kupon, tenor, risiko, serta ketentuan perdagangan atau early redemption sebelum melakukan investasi. Dengan memahami karakteristiknya terlebih dahulu, kamu dapat memilih SBN Ritel yang lebih sesuai dengan tujuan keuangan dan rencana penggunaan dana.
Baca juga: Cara Beli SBN Pakai DANA: Panduan Lengkap dan Siap Anda Praktekkan
