Jenis Investasi untuk Pemula: Kenali Emas, Reksa Dana, Obligasi, hingga DANA+

Kenali investasi yang cocok untuk pemula bersama DANA!

Ingin mulai investasi, tetapi masih bingung harus memilih yang mana? Tenang, ada berbagai jenis investasi untuk pemula yang bisa dipelajari, mulai dari emas, reksa dana, hingga obligasi.

Setiap jenis investasi memiliki cara kerja, potensi keuntungan, dan risiko yang berbeda. Karena itu, penting memahami karakteristiknya sebelum memutuskan menempatkan uang.

Yuk, kenali beberapa pilihan investasi dan cara menyesuaikannya dengan kebutuhan keuangan!

Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Mulai Investasi?

Sebelum memilih produk investasi, ada beberapa hal yang sebaiknya kamu perhatikan.

  1. Tentukan tujuan keuangan: Apakah untuk pendidikan, membeli rumah, atau kebutuhan jangka panjang?
  2. Siapkan dana darurat: Pastikan kebutuhan mendesak tidak bergantung pada uang investasi.
  3. Kenali kemampuan keuangan: Gunakan dana yang memang dialokasikan untuk investasi.
  4. Pahami risiko: Setiap produk memiliki kemungkinan mengalami penurunan nilai.
  5. Periksa legalitas: Pastikan penyedia produk memiliki izin atau pengawasan sesuai ketentuan.

Dana darurat sebaiknya dipersiapkan sebelum mengalokasikan uang untuk investasi. Jika ingin memahami fungsinya lebih lanjut, kamu bisa membaca cara mempersiapkan dana darurat untuk menjaga kondisi finansial.

Dengan persiapan tersebut, kamu bisa menentukan pilihan berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar mengikuti tren.

1. Investasi Emas

Emas menjadi salah satu jenis investasi yang banyak dikenal masyarakat Indonesia.

Nilainya dipengaruhi harga emas dunia, nilai tukar mata uang, serta kondisi pasar. Kamu bisa mempelajari lebih lengkap mengenai pengertian dan cara kerja investasi emas untuk pemula.

Emas tersedia dalam beberapa bentuk, seperti:

  • Emas batangan: Emas fisik yang dapat disimpan sendiri.
  • Emas digital: Kepemilikan emas yang tercatat melalui layanan digital.
  • Perhiasan emas: Emas dalam bentuk aksesori, dengan nilai yang juga dipengaruhi biaya pembuatan.

Emas sering dipertimbangkan untuk tujuan jangka panjang. Namun, harganya tetap dapat naik maupun turun.

Selain itu, terdapat selisih antara harga beli dan harga jual kembali atau buyback yang perlu diperhatikan. Selisih tersebut dikenal juga sebagai spread. Sebelum membeli, kamu bisa mengenal lebih jauh apa itu spread emas dan pengaruhnya terhadap harga beli dan jual emas.

Melalui fitur DANA eMAS, pengguna yang memenuhi ketentuan dapat membeli, menjual, dan memantau emas digital melalui aplikasi DANA.

2. Investasi Reksa Dana

Reksa dana merupakan produk investasi yang menghimpun dana dari investor untuk dikelola oleh manajer investasi.

Dana tersebut kemudian ditempatkan pada berbagai instrumen sesuai jenis dan kebijakan reksa dana. Jika masih baru mengenal produk ini, kamu bisa mempelajari terlebih dahulu apa itu investasi reksa dana, jenis, manfaat, dan cara kerjanya.

Beberapa jenis reksa dana yang umum dikenal adalah:

  • Reksa dana pasar uang: Berinvestasi pada instrumen pasar uang dan surat utang berjangka pendek.
  • Reksa dana pendapatan tetap: Sebagian besar portofolionya ditempatkan pada instrumen utang.
  • Reksa dana campuran: Menggabungkan beberapa jenis aset.
  • Reksa dana saham: Sebagian besar portofolionya ditempatkan pada saham.

Masing-masing memiliki tingkat risiko berbeda.

Reksa dana pasar uang umumnya memiliki fluktuasi lebih rendah dibandingkan reksa dana saham. Meski demikian, tidak ada jaminan nilai investasi selalu meningkat.

cta banner dana blog

3. Investasi Obligasi

Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk memperoleh pendanaan.

Saat membeli obligasi, investor pada dasarnya memberikan pinjaman kepada penerbit sesuai ketentuan surat utang tersebut.

Sebagai imbalannya, investor berpotensi menerima pembayaran kupon serta pengembalian pokok ketika jatuh tempo.

Namun, obligasi juga memiliki risiko, seperti:

  • Risiko gagal bayar dari penerbit.
  • Perubahan harga apabila dijual sebelum jatuh tempo.
  • Risiko likuiditas ketika sulit menemukan pembeli.
  • Perubahan tingkat suku bunga pasar.

Karena itu, penting memahami penerbit, jangka waktu, dan ketentuan obligasi sebelum membeli.

Kalau masih bingung membedakan kedua instrumen tersebut, baca juga perbedaan reksa dana dan obligasi untuk pemula.

4. Surat Berharga Negara (SBN)

Selain obligasi perusahaan, terdapat Surat Berharga Negara (SBN) yang diterbitkan pemerintah Indonesia.

SBN merupakan instrumen pembiayaan negara yang juga dapat menjadi pilihan investasi.

Beberapa produk SBN ritel yang dikenal antara lain:

  • ORI: Obligasi Negara Ritel.
  • SBR: Savings Bond Ritel.
  • Sukuk Ritel: Surat berharga syariah yang dapat diperdagangkan sesuai ketentuan.
  • Sukuk Tabungan: Instrumen syariah dengan karakteristik tertentu.

Setiap produk memiliki aturan mengenai tenor, imbalan, dan kemungkinan pencairan sebelum jatuh tempo.

Walaupun pembayaran pokok dan imbalan SBN dijamin negara sesuai peraturan, investor tetap perlu memahami risiko harga pasar, likuiditas, dan ketentuan produk.

Untuk memahami obligasi dan SBN dalam ekosistem DANA lebih lanjut, kamu juga bisa membaca informasi mengenai pembelian obligasi melalui DANA.

5. Mengenal DANA+ untuk Pengelolaan Saldo

Selain berbagai instrumen investasi, DANA memiliki fitur DANA+ untuk membantu pengguna mengelola saldo digital.

DANA+ memungkinkan saldo memiliki potensi pertumbuhan sesuai mekanisme dan ketentuan layanan.

Berbeda dari saldo DANA biasa, DANA+ menggunakan mekanisme terkait produk reksa dana yang dijelaskan dalam syarat dan ketentuan resminya.

Karena itu, DANA+ tidak boleh dianggap sama dengan tabungan bank atau saldo dompet digital biasa.

Sebelum menggunakan fitur ini, pahami:

  • Produk dasar dan mekanisme pengelolaan saldo.
  • Potensi hasil serta risiko yang berlaku.
  • Ketentuan penggunaan saldo untuk transaksi.
  • Persyaratan dan biaya, jika ada.

Informasi selengkapnya dapat diperiksa melalui halaman layanan keuangan DANA.

Bagaimana Memilih Investasi Sesuai Tujuan?

Memilih investasi tidak hanya bergantung pada potensi keuntungan.

Pertimbangkan tujuan, jangka waktu, dan kemampuan menghadapi perubahan nilai.

JenisKarakteristik Utama
EmasHarga mengikuti pasar dan memiliki selisih harga jual-beli
Reksa danaRisiko bergantung pada jenis dan komposisi aset
ObligasiMemiliki risiko penerbit, suku bunga, dan likuiditas
SBNKetentuan berbeda menurut jenis produk
DANA+Fitur pengelolaan saldo dengan mekanisme produk yang perlu dipahami

Tidak ada satu pilihan yang pasti cocok untuk semua orang.

Mulai Investasi Sesuai Kemampuan

Investasi tidak harus dimulai dengan dana besar. Hal yang lebih penting adalah memahami produk dan menjaga kondisi keuangan tetap sehat.

Hindari menggunakan uang kebutuhan sehari-hari atau meminjam uang hanya untuk mengejar keuntungan investasi.

Ingat, tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas risiko atau menjamin keuntungan.

Jika masih belajar, luangkan waktu untuk memahami cara kerja produk dan berdiskusi dengan orang tua, wali, atau penasihat keuangan yang tepercaya.

Kenali Layanan Keuangan dalam Aplikasi DANA

Memahami berbagai jenis investasi untuk pemula bisa membantu kamu mengambil keputusan keuangan dengan lebih bijak.

Dari emas, reksa dana, obligasi, hingga SBN, setiap produk memiliki manfaat dan risiko masing-masing.

DANA juga menghadirkan fitur keuangan seperti DANA eMAS dan DANA+ dengan mekanisme yang berbeda.

Yuk, kenali fitur keuangan DANA, pelajari ketentuannya, dan pahami risikonya sebelum memilih produk yang sesuai dengan kebutuhanmu!

cta banner

Berita Terkait

Download now!

Let’s transact with DANA #BukanDompetBiasa