Akun digital digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi hingga menyimpan dan mengelola uang secara digital. Karena itu, keamanan akun perlu diperhatikan. Salah satu risiko yang perlu diwaspadai adalah account takeover, yaitu ketika orang lain mendapatkan akses ke akun tanpa izin dari pemiliknya.
Salah satu cara yang dapat digunakan pelaku adalah social engineering. Pelaku mencoba membuat korban percaya dan memberikan informasi yang seharusnya dirahasiakan, seperti OTP atau PIN. Memahami cara kerja account takeover dan modus social engineering dapat membantu kamu mengenali tanda-tanda penipuan dan menjaga akun tetap aman.
Apa Itu Account Takeover?
Account takeover adalah kondisi ketika seseorang mendapatkan akses ke akun milik orang lain tanpa izin. Setelah mendapatkan akses, pelaku dapat mencoba menggunakan akun tersebut untuk melakukan aktivitas yang merugikan pemilik akun. Pengambilalihan akun dapat terjadi ketika informasi keamanan akun jatuh ke tangan orang lain. Misalnya, korban tanpa sadar memberikan OTP kepada seseorang yang mengaku sebagai customer service.
Karena itu, menjaga akun bukan hanya tentang menggunakan password atau PIN yang aman. Kamu juga perlu berhati-hati ketika menerima pesan, telepon, atau permintaan informasi dari orang lain.
Apa Hubungan Account Takeover dengan Social Engineering?
Social engineering adalah cara penipuan yang memanfaatkan kepercayaan atau kepanikan seseorang untuk mendapatkan informasi tertentu. Pelaku tidak selalu menggunakan cara teknis untuk masuk ke akun. Mereka bisa mencoba membujuk atau menipu korban agar memberikan informasi keamanan secara sukarela.
Contohnya, seseorang menghubungi kamu dan mengaku sebagai petugas layanan pelanggan. Mereka mengatakan ada masalah dengan akun dan meminta kode OTP untuk melakukan verifikasi. Jika kamu memberikan kode tersebut, pelaku dapat menggunakannya untuk mencoba melanjutkan aktivitas tertentu pada akun.
Inilah salah satu hubungan antara social engineering dan account takeover. Social engineering dapat menjadi salah satu cara yang digunakan pelaku untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan untuk mencoba mengambil alih akun.

Modus Social Engineering yang Bisa Memicu Account Takeover
Modus penipuan dapat dibuat dengan berbagai alasan. Namun, tujuannya sering kali sama, yaitu membuat korban percaya dan memberikan informasi atau melakukan tindakan tertentu.
Berikut beberapa modus yang perlu kamu waspadai:
Mengaku sebagai Customer Service
Pelaku dapat menghubungi korban dan mengaku sebagai customer service. Mereka mungkin mengatakan bahwa akun sedang bermasalah, transaksi mencurigakan sedang terjadi, atau akun perlu diverifikasi.
Kemudian, korban diminta memberikan OTP, PIN, atau informasi akun. Jangan berikan informasi keamanan akun kepada orang yang menghubungi kamu. Jika membutuhkan bantuan, gunakan kanal resmi layanan terkait.
Menawarkan Hadiah atau Promo
Pelaku dapat mengirim pesan yang mengatakan kamu mendapatkan hadiah atau promo tertentu. Untuk mengambil hadiah, kamu kemudian diminta mengklik link atau memberikan informasi akun. Jangan langsung percaya pada hadiah yang tidak pernah kamu ikuti atau promo yang terdengar terlalu menguntungkan. Periksa informasi melalui sumber resmi terlebih dahulu.
Membuat Korban Panik
Pelaku juga dapat menggunakan alasan yang membuat korban takut, seperti mengatakan akun akan diblokir atau ada transaksi mencurigakan. Tujuannya adalah membuat korban terburu-buru mengikuti instruksi tanpa memeriksa kebenaran informasi tersebut. Jika menerima pesan seperti ini, berhenti sejenak dan periksa melalui aplikasi atau kanal resmi. Jangan memberikan OTP atau PIN karena sedang panik.
Mengirim Link Palsu
Pelaku dapat mengirim link melalui SMS, WhatsApp, media sosial, atau email. Link tersebut dapat mengarah ke halaman yang dibuat menyerupai situs resmi. Korban kemudian diminta memasukkan informasi akun atau kode keamanan. Sebelum membuka link, periksa sumber dan alamat situsnya. Jika ragu, jangan klik link tersebut dan akses layanan melalui aplikasi atau situs resmi secara langsung.
Baca juga: Marak Penipuan Saldo DANA, Kenali Ciri-Ciri Modusnya di Sini!
Tanda-Tanda Percobaan Account Takeover yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua aktivitas yang tidak biasa berarti akun sudah diambil alih. Namun, beberapa tanda berikut perlu diperhatikan:
- Menerima OTP padahal kamu tidak sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan kode tersebut.
- Mendapatkan notifikasi login atau aktivitas akun yang tidak kamu kenali.
- Menerima pesan tentang perubahan akun yang tidak pernah kamu lakukan.
- Menemukan transaksi yang tidak kamu lakukan.
- Ada seseorang yang tiba-tiba meminta PIN, OTP, atau informasi keamanan akun.
- Mendapatkan pesan yang mendesak kamu untuk segera memberikan informasi atau mengklik link tertentu.
Jika mengalami salah satu kondisi tersebut, jangan langsung mengikuti instruksi dari pesan atau orang yang menghubungi kamu. Periksa akun melalui aplikasi resmi dan gunakan kanal bantuan resmi jika diperlukan. Untuk lebih mudahnya bisa langsung simak cara lapor penipuan di dana.
Cara Mencegah Account Takeover
Mencegah account takeover bisa dimulai dari kebiasaan sederhana saat menggunakan akun digital. Berikut beberapa tips yang bisa diikuti untuk mencegah account takeover.
Rahasiakan PIN dan OTP
PIN dan OTP merupakan informasi keamanan yang tidak boleh diberikan kepada orang lain. Jangan membagikannya melalui chat, telepon, media sosial, atau cara lainnya.
Jangan Mudah Percaya dengan Pesan Mendesak
Penipu sering menggunakan rasa takut atau terburu-buru agar korban langsung mengikuti instruksi. Jika ada pesan yang mengatakan akun akan diblokir atau meminta tindakan segera, periksa terlebih dahulu melalui kanal resmi.
Hindari Link yang Tidak Jelas
Jangan sembarangan membuka link yang dikirim oleh nomor atau akun yang tidak dikenal. Jika ingin membuka layanan DANA, lebih aman menggunakan aplikasi DANA secara langsung.
Gunakan Aplikasi dari Sumber Resmi
Pastikan aplikasi DANA diunduh dari toko aplikasi resmi. Hindari memasang aplikasi dari file atau link yang dikirim melalui chat.
Periksa Riwayat Transaksi
Biasakan memeriksa riwayat transaksi. Jika ada transaksi yang tidak kamu kenali, segera lakukan pemeriksaan dan laporkan melalui kanal resmi DANA.
Jangan Berikan Akses HP kepada Orang Lain Sembarangan
Gunakan kunci layar pada HP dan hindari membiarkan orang lain menggunakan perangkat kamu tanpa pengawasan, terutama jika aplikasi keuangan masih dalam keadaan login.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Akun Terindikasi Diambil Alih?
Jika kamu merasa akun mungkin telah diakses oleh orang lain, segera lakukan langkah pengamanan. Jangan menunggu sampai muncul lebih banyak transaksi atau aktivitas yang tidak dikenal.
- Jangan berikan informasi tambahan
Jika ada seseorang yang menghubungi dan meminta OTP, PIN, atau informasi akun, jangan berikan.
- Periksa aktivitas akun
Jika masih dapat mengakses akun, periksa riwayat transaksi dan aktivitas terbaru. Catat transaksi yang tidak kamu kenali.
- Amankan akun
Lakukan langkah pengamanan yang tersedia melalui aplikasi atau kanal resmi DANA.
- Hubungi DANA melalui kanal resmi
Jika menemukan aktivitas yang tidak kamu lakukan atau tidak dapat mengakses akun, segera hubungi bantuan resmi DANA. Jelaskan kondisi yang terjadi dan ikuti proses verifikasi yang diberikan.
- Simpan bukti
Jika ada pesan, nomor telepon, link, atau bukti transaksi yang berkaitan dengan kejadian tersebut, simpan informasi tersebut. Bukti dapat membantu saat membuat laporan.
Lindungi Akun DANA dari Social Engineering dan Account Takeover
Keamanan akun DANA juga bergantung pada cara kamu menjaga informasi pribadi dan informasi keamanan akun. Jangan mudah percaya kepada orang yang mengaku sebagai customer service, menawarkan hadiah, atau meminta kamu melakukan sesuatu dengan alasan akun sedang bermasalah. Jika ada permintaan yang terasa mencurigakan, berhenti sebentar dan periksa informasinya melalui kanal resmi DANA.
Yang paling penting, jangan pernah memberikan PIN dan OTP kepada orang lain. Dengan lebih berhati-hati terhadap pesan, telepon, link, dan permintaan informasi yang mencurigakan, kamu dapat membantu menjaga akun DANA dari risiko social engineering dan account takeover.
Frequently Asked Questions
Apa itu account takeover?
Account takeover adalah kondisi ketika seseorang mendapatkan akses ke akun milik orang lain tanpa izin. Pelaku dapat mencoba mendapatkan akses dengan berbagai cara, termasuk memanfaatkan informasi keamanan yang diberikan oleh korban.
Apakah social engineering bisa menyebabkan account takeover?
Ya. Social engineering dapat digunakan untuk menipu atau membujuk korban agar memberikan informasi keamanan, seperti OTP atau PIN. Informasi tersebut kemudian dapat disalahgunakan oleh pelaku untuk mencoba mendapatkan akses ke akun.
Apakah OTP dan PIN boleh diberikan kepada customer service?
Jangan memberikan OTP atau PIN kepada siapa pun, termasuk orang yang mengaku sebagai customer service. Jika membutuhkan bantuan, gunakan kanal resmi DANA dan ikuti proses bantuan yang tersedia.
Apa yang harus dilakukan jika menerima OTP tanpa melakukan aktivitas apa pun?
Jangan berikan atau masukkan kode tersebut kepada siapa pun jika kamu tidak sedang melakukan aktivitas yang membutuhkan OTP. Periksa akun dan aktivitas transaksi. Jika menemukan sesuatu yang mencurigakan, segera gunakan kanal resmi DANA untuk mendapatkan bantuan.
