{"id":1833,"date":"2026-08-19T16:00:40","date_gmt":"2026-08-19T09:00:40","guid":{"rendered":"https:\/\/dana-blog.dana.id\/?p=1833"},"modified":"2026-08-28T16:04:26","modified_gmt":"2026-08-28T09:04:26","slug":"perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dana-blog.dana.id\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/","title":{"rendered":"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Cocok untuk Tujuan Keuanganmu?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SBN Ritel menjadi salah satu pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan pendapatan dari kupon sekaligus menempatkan dana pada instrumen yang diterbitkan oleh pemerintah. Dari beberapa jenis SBN Ritel yang tersedia, ORI dan SBR memiliki karakteristik yang cukup berbeda meskipun sama-sama ditujukan bagi investor individu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan tersebut dapat dilihat dari jenis kupon, mekanisme perdagangan, fleksibilitas pencairan sebelum jatuh tempo, hingga karakteristik masing-masing instrumen. Memahami hal-hal ini penting agar pilihan investasi dapat disesuaikan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan dana.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lantas, apa perbedaan ORI dan SBR dan apa yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih salah satunya? Berikut penjelasannya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenalan Dulu dengan SBN Ritel<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SBN Ritel (Surat Berharga Negara Ritel) adalah surat berharga yang diterbitkan oleh pemerintah dan ditawarkan kepada investor individu melalui mitra distribusi resmi. Dengan membeli SBN Ritel, investor meminjamkan dana kepada pemerintah dan mendapatkan imbal hasil berupa kupon sesuai dengan ketentuan seri yang dibeli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SBN Ritel terdiri dari beberapa jenis dengan karakteristik yang berbeda. ORI (Obligasi Negara Ritel) dan SBR (Savings Bond Ritel) merupakan dua jenis SBN Ritel yang memiliki perbedaan, terutama dari sisi kupon, perdagangan di pasar sekunder, dan fleksibilitas pencairan sebelum jatuh tempo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski memiliki mekanisme yang berbeda, ORI dan SBR memiliki beberapa kesamaan, yaitu:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Diterbitkan oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari instrumen pembiayaan negara.<\/li>\n\n\n\n<li>Ditujukan kepada investor individu, sehingga dapat menjadi salah satu pilihan investasi bagi masyarakat.<\/li>\n\n\n\n<li>Memberikan pembayaran kupon secara berkala sesuai dengan ketentuan masing-masing seri.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki tenor tertentu, sehingga dana akan diinvestasikan dalam jangka waktu yang telah ditetapkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki pembayaran nilai pokok saat jatuh tempo sesuai dengan ketentuan penerbitan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami karakteristik dasar SBN Ritel akan membantu sebelum membandingkan ORI atau SBR, terutama ketika pilihan investasi perlu disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu penggunaan dana.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu ORI?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ORI (Obligasi Negara Ritel) adalah salah satu jenis SBN Ritel yang dapat dibeli oleh investor individu melalui mitra distribusi resmi. Salah satu karakteristik utama ORI adalah surat berharga ini dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Artinya, investor memiliki opsi untuk menjual ORI sebelum tanggal jatuh tempo melalui mekanisme perdagangan yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik utama ORI meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Memiliki kupon tetap (fixed rate) selama masa berlaku seri.<\/li>\n\n\n\n<li>Dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah periode yang ditentukan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki potensi keuntungan atau kerugian dari perubahan harga jika dijual sebelum jatuh tempo.<\/li>\n\n\n\n<li>Pokok investasi dibayarkan pada saat jatuh tempo sesuai ketentuan penerbitan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena dapat diperdagangkan, investasi ORI dapat memberikan fleksibilitas lebih bagi investor yang mungkin membutuhkan opsi untuk menjual kepemilikannya sebelum jatuh tempo. Namun, harga ORI di pasar sekunder dapat berubah. Jika dijual sebelum jatuh tempo, nilai yang diterima dapat berbeda dari nilai nominal awal.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Itu SBR?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SBR (Savings Bond Ritel) merupakan jenis SBN Ritel yang juga ditawarkan kepada investor individu. Berbeda dengan ORI, SBR tidak diperdagangkan di pasar sekunder. Salah satu karakteristik investasi SBR adalah adanya fasilitas early redemption, yang memungkinkan investor mencairkan sebagian kepemilikannya sebelum jatuh tempo sesuai ketentuan seri yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karakteristik utama SBR meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menggunakan sistem floating with floor untuk kupon.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki fasilitas early redemption sesuai persyaratan.<\/li>\n\n\n\n<li>Kupon dapat berubah mengikuti perubahan tingkat suku bunga acuan, tetapi memiliki batas minimum atau floor.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena tidak diperdagangkan di pasar sekunder, SBR lebih cocok dipahami sebagai instrumen yang dirancang untuk disimpan hingga jatuh tempo, dengan fleksibilitas pencairan awal melalui fasilitas early redemption jika memenuhi ketentuan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Apa Perbedaan ORI dan SBR?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami perbedaan ORI dan SBR penting karena kedua jenis SBN Ritel ini memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal kupon, perdagangan sebelum jatuh tempo, dan akses terhadap dana yang sudah diinvestasikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, perbedaannya dapat dilihat dari beberapa poin berikut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">ORI (Obligasi Negara Ritel)&nbsp;<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kupon tetap: Tingkat kupon ditetapkan sejak awal dan tetap selama masa berlaku seri sesuai ketentuan.<\/li>\n\n\n\n<li>Bisa diperdagangkan: ORI dapat diperjualbelikan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak memiliki early redemption: Berbeda dengan SBR, ORI tidak menyediakan fasilitas early redemption. Namun, investor dapat memiliki opsi untuk menjualnya di pasar sekunder.<\/li>\n\n\n\n<li>Harga dapat berubah: Jika dijual sebelum jatuh tempo, harga ORI di pasar sekunder dapat lebih tinggi atau lebih rendah dari nilai nominal, tergantung kondisi pasar.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">SBR (Savings Bond Ritel)<\/h3>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Kupon floating with floor: Tingkat kupon dapat berubah mengikuti perubahan suku bunga acuan sesuai mekanisme yang ditetapkan, tetapi memiliki batas minimum atau floor.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak diperdagangkan di pasar sekunder: SBR tidak dapat dijual kepada investor lain melalui pasar sekunder.<\/li>\n\n\n\n<li>Memiliki fasilitas early redemption: Investor dapat mencairkan sebagian kepemilikan sebelum jatuh tempo jika memenuhi persyaratan yang berlaku.<\/li>\n\n\n\n<li>Kupon dapat berubah: Besaran kupon dapat mengalami penyesuaian mengikuti suku bunga acuan, tetapi tidak akan berada di bawah tingkat floor yang telah ditetapkan.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan demikian, ORI vs SBR bukan sekadar soal memilih kupon yang lebih tinggi. Pertimbangkan juga apakah kamu membutuhkan fleksibilitas untuk menjual investasi, bagaimana jangka waktu investasinya, dan kapan dana tersebut kemungkinan akan digunakan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image aligncenter size-large is-resized\"><a href=\"https:\/\/dana.onelink.me\/zWBY\/Blog\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"790\" src=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5554.JPG-1024x790.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1507\" style=\"width:349px;height:auto\" srcset=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5554.JPG-1024x790.webp 1024w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5554.JPG-300x231.webp 300w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5554.JPG-768x592.webp 768w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5554.JPG.webp 1351w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Perbedaan Kupon ORI dan SBR<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain dari sisi perdagangan dan fleksibilitas sebelum jatuh tempo, kupon ORI dan SBR juga memiliki mekanisme yang berbeda. Perbedaan ini perlu dipahami karena dapat memengaruhi besaran kupon yang diterima selama masa investasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kupon ORI<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">ORI menggunakan kupon tetap (fixed rate). Tingkat kupon ditetapkan saat penerbitan dan tidak berubah selama masa berlaku seri sesuai ketentuan yang ditetapkan. Dengan kupon tetap, investor dapat mengetahui tingkat imbal hasil yang berlaku sejak awal. Perubahan suku bunga acuan setelah ORI diterbitkan tidak mengubah tingkat kupon yang sudah ditetapkan untuk seri tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Kupon SBR<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berbeda dengan ORI, SBR menggunakan skema floating with floor. Artinya, tingkat kupon dapat disesuaikan secara berkala mengikuti perubahan suku bunga acuan sesuai mekanisme yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Meski dapat berubah, kupon SBR memiliki batas minimum atau floor. Jika perubahan suku bunga acuan menyebabkan perhitungan kupon berada di bawah batas tersebut, tingkat kupon tetap menggunakan nilai floor yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi, perbedaan sederhananya adalah kupon ORI bersifat tetap, sedangkan kupon SBR dapat berubah mengikuti suku bunga acuan dengan batas minimum tertentu. Karakteristik ini dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika memilih ORI atau SBR sesuai tujuan investasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">ORI atau SBR, Mana yang Sesuai dengan Tujuan Keuangan?<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memilih antara ORI atau SBR sebaiknya tidak hanya berdasarkan besaran kupon. Karakteristik masing-masing instrumen perlu disesuaikan dengan tujuan investasi, jangka waktu, serta kebutuhan akan akses terhadap dana sebelum jatuh tempo.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>ORI dapat menjadi pertimbangan jika kamu:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menginginkan kupon tetap selama masa berlaku seri.<\/li>\n\n\n\n<li>Membutuhkan opsi untuk menjual investasi melalui pasar sekunder sesuai ketentuan.<\/li>\n\n\n\n<li>Memahami bahwa harga ORI dapat berubah ketika diperdagangkan sebelum jatuh tempo.<\/li>\n\n\n\n<li>Mengutamakan fleksibilitas untuk mengelola investasi melalui mekanisme pasar sekunder.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>SBR dapat menjadi pertimbangan jika kamu:<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Menginginkan instrumen dengan kupon floating with floor.<\/li>\n\n\n\n<li>Tidak membutuhkan opsi untuk menjual investasi di pasar sekunder.<\/li>\n\n\n\n<li>Berencana mempertahankan investasi hingga jatuh tempo.<\/li>\n\n\n\n<li>Menginginkan alternatif pencairan melalui early redemption jika memenuhi ketentuan yang berlaku.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada akhirnya, pilihan ORI vs SBR perlu disesuaikan dengan rencana penggunaan dana. Pertimbangkan kapan dana tersebut akan dibutuhkan, seberapa penting fleksibilitas pencairan bagi kamu, serta karakteristik kupon yang paling sesuai dengan tujuan investasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Sesuaikan SBN dengan Jangka Waktu Tujuan Keuangan<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jangka waktu investasi perlu diperhatikan sebelum memilih SBN Ritel. Tenor yang sesuai dapat membantu memastikan investasi tetap sejalan dengan rencana penggunaan dana, terutama jika kamu sudah memiliki tujuan keuangan tertentu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum memilih ORI atau SBR, coba pertimbangkan beberapa hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tentukan tujuan keuangan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tentukan alasan kamu berinvestasi, misalnya untuk dana pendidikan, membeli aset, merencanakan perjalanan, atau mempersiapkan kebutuhan di masa depan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Tentukan kapan dana akan digunakan<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perkirakan kapan dana tersebut kemungkinan dibutuhkan. Semakin jelas waktunya, semakin mudah menyesuaikan pilihan SBN dengan tenor yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Pertimbangkan kebutuhan dana sebelum jatuh tempo<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ada kemungkinan dana diperlukan lebih awal, perhatikan karakteristik masing-masing instrumen. ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sementara SBR memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Sesuaikan dengan kenyamanan terhadap perubahan nilai<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Investor ORI perlu memahami bahwa harga dapat berubah ketika instrumen diperdagangkan di pasar sekunder. Sementara itu, SBR tidak diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi memiliki kupon yang dapat berubah sesuai mekanisme floating with floor.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan mempertimbangkan tujuan, jangka waktu, dan kebutuhan likuiditas, kamu dapat menentukan jenis SBN Ritel yang lebih sesuai dengan rencana keuangan.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Jangan Hanya Melihat Besaran Kupon<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melihat tingkat kupon memang penting, tetapi bukan satu satunya faktor ketika membandingkan ORI dan SBR. Pertimbangkan juga beberapa karakteristik berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\">\n<li>Jenis kupon: tetap pada ORI dan floating with floor pada SBR.<\/li>\n\n\n\n<li>Likuiditas: ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sedangkan SBR tidak.<\/li>\n\n\n\n<li>Fleksibilitas: SBR memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan.<\/li>\n\n\n\n<li>Tenor: sesuaikan dengan kapan dana akan dibutuhkan.<\/li>\n\n\n\n<li>Harga pasar: khusus ORI, harga dapat naik atau turun ketika diperdagangkan di pasar sekunder.<\/li>\n\n\n\n<li>Tujuan investasi: pilih instrumen yang paling sesuai dengan rencana penggunaan dana.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan melihat keseluruhan karakteristik tersebut, keputusan investasi dapat dibuat berdasarkan kebutuhan, bukan hanya mengejar kupon yang terlihat paling tinggi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Kenali dan Akses SBN Ritel melalui DANA<\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memahami apa itu ORI dan SBR dapat membantu kamu mengenali karakteristik SBN Ritel sebelum menentukan pilihan investasi. Mulai dari jenis kupon hingga fleksibilitas sebelum jatuh tempo, setiap seri memiliki ketentuan yang perlu diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika ingin membeli SBN melalui DANA, kamu dapat melihat produk dan penawaran SBN Ritel yang tersedia di aplikasi. Sebelum berinvestasi, pastikan untuk membaca informasi mengenai seri yang ditawarkan, tingkat kupon, tenor, ketentuan pembelian, serta risiko investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan memahami produk terlebih dahulu dan menyesuaikannya dengan tujuan keuangan, kamu dapat menggunakan DANA sebagai salah satu akses untuk mengenal dan berinvestasi pada SBN Ritel sesuai dengan kebutuhanmu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/keuntungan-investasi-sbn-untuk-pemula\/\">Keuntungan Investasi SBN untuk Pemula: Aman, Stabil, dan Cocok untuk Mulai Berinvestasi<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\">Frequently Asked Questions<\/h2>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa perbedaan utama ORI dan SBR?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan utama terletak pada jenis kupon dan likuiditas. ORI memiliki kupon tetap dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder, sedangkan SBR menggunakan kupon floating with floor dan tidak diperdagangkan di pasar sekunder. SBR memiliki fasilitas early redemption sesuai ketentuan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah ORI bisa dijual sebelum jatuh tempo?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ya. ORI dapat diperdagangkan di pasar sekunder setelah memenuhi ketentuan yang berlaku. Harga jualnya dapat berbeda dari nilai nominal karena dipengaruhi kondisi pasar.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah SBR bisa dicairkan sebelum jatuh tempo?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">SBR tidak dapat dijual di pasar sekunder, tetapi memiliki fasilitas early redemption yang memungkinkan pencairan sebagian kepemilikan sebelum jatuh tempo sesuai syarat dan ketentuan seri tersebut.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apa yang dimaksud floating with floor pada SBR?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Floating with floor berarti tingkat kupon SBR dapat berubah mengikuti perubahan suku bunga acuan sesuai mekanisme yang ditentukan, tetapi memiliki batas minimum atau floor sehingga kupon tidak turun di bawah tingkat yang telah ditetapkan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah kupon ORI berubah mengikuti suku bunga?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak. ORI menggunakan kupon tetap, sehingga tingkat kupon tidak berubah mengikuti pergerakan suku bunga acuan selama masa berlaku seri sesuai ketentuan penerbitan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Apakah ORI dan SBR bisa dibeli lewat DANA?<\/h3>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketersediaan produk SBN Ritel melalui DANA bergantung pada seri dan periode penawaran yang sedang berlangsung. Periksa aplikasi DANA untuk melihat produk dan layanan investasi yang tersedia serta ketentuan pembeliannya.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/dana.onelink.me\/zWBY\/Blog\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"200\" src=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5557.JPG-1024x200.webp\" alt=\"\" class=\"wp-image-1509\" srcset=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5557.JPG-1024x200.webp 1024w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5557.JPG-300x59.webp 300w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5557.JPG-768x150.webp 768w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5557.JPG-1536x300.webp 1536w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG_5557.JPG-2048x400.webp 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SBN Ritel menjadi salah satu pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan untuk mendapatkan pendapatan dari kupon sekaligus menempatkan dana pada instrumen yang diterbitkan oleh pemerintah. Dari beberapa jenis SBN Ritel yang tersedia, ORI dan SBR memiliki karakteristik yang cukup berbeda meskipun sama-sama ditujukan bagi investor individu. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari jenis kupon, mekanisme perdagangan, fleksibilitas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1835,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-1833","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-finance"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Pas untuk Investasimu?<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Bingung pilih ORI atau SBR? Pelajari perbedaan jenis kupon, likuiditas pasar sekunder, hingga pencairan early redemption agar pas dengan tujuan keuanganmu.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Pas untuk Investasimu?\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bingung pilih ORI atau SBR? Pelajari perbedaan jenis kupon, likuiditas pasar sekunder, hingga pencairan early redemption agar pas dengan tujuan keuanganmu.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DANA Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-19T09:00:40+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-08-28T09:04:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"v-putu ginantara\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"v-putu ginantara\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"10 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/\"},\"author\":{\"name\":\"v-putu ginantara\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406\"},\"headline\":\"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Cocok untuk Tujuan Keuanganmu?\",\"datePublished\":\"2026-08-19T09:00:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T09:04:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/\"},\"wordCount\":1754,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp\",\"articleSection\":[\"Finance\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/\",\"name\":\"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Pas untuk Investasimu?\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp\",\"datePublished\":\"2026-08-19T09:00:40+00:00\",\"dateModified\":\"2026-08-28T09:04:26+00:00\",\"description\":\"Bingung pilih ORI atau SBR? Pelajari perbedaan jenis kupon, likuiditas pasar sekunder, hingga pencairan early redemption agar pas dengan tujuan keuanganmu.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp\",\"width\":\"4500\",\"height\":\"2250\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.dana.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog\",\"item\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Cocok untuk Tujuan Keuanganmu?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/\",\"name\":\"DANA Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"DANA Blog\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png\",\"width\":132,\"height\":40,\"caption\":\"DANA Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406\",\"name\":\"v-putu ginantara\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"v-putu ginantara\"},\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/author\/v-putu-ginantaradana-id\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Pas untuk Investasimu?","description":"Bingung pilih ORI atau SBR? Pelajari perbedaan jenis kupon, likuiditas pasar sekunder, hingga pencairan early redemption agar pas dengan tujuan keuanganmu.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Pas untuk Investasimu?","og_description":"Bingung pilih ORI atau SBR? Pelajari perbedaan jenis kupon, likuiditas pasar sekunder, hingga pencairan early redemption agar pas dengan tujuan keuanganmu.","og_url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/","og_site_name":"DANA Blog","article_published_time":"2026-08-19T09:00:40+00:00","article_modified_time":"2026-08-28T09:04:26+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp","type":"","width":"","height":""}],"author":"v-putu ginantara","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"v-putu ginantara","Estimasi waktu membaca":"10 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/"},"author":{"name":"v-putu ginantara","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406"},"headline":"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Cocok untuk Tujuan Keuanganmu?","datePublished":"2026-08-19T09:00:40+00:00","dateModified":"2026-08-28T09:04:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/"},"wordCount":1754,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp","articleSection":["Finance"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/","name":"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Pas untuk Investasimu?","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp","datePublished":"2026-08-19T09:00:40+00:00","dateModified":"2026-08-28T09:04:26+00:00","description":"Bingung pilih ORI atau SBR? Pelajari perbedaan jenis kupon, likuiditas pasar sekunder, hingga pencairan early redemption agar pas dengan tujuan keuanganmu.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#primaryimage","url":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp","contentUrl":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Perbedaan_ORI_dan_SBR_Mana_yang_Cocok_untuk_Tujuan_Keuanganmu_17_144d35186c.webp","width":"4500","height":"2250"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/perbedaan-ori-dan-sbr-mana-yang-pas-untukmu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dana.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog","item":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Perbedaan ORI dan SBR: Mana yang Cocok untuk Tujuan Keuanganmu?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/","name":"DANA Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization","name":"DANA Blog","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png","width":132,"height":40,"caption":"DANA Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406","name":"v-putu ginantara","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g","caption":"v-putu ginantara"},"url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/author\/v-putu-ginantaradana-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1833","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1833"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1833\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1834,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1833\/revisions\/1834"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1833"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1833"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1833"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}