{"id":1450,"date":"2026-05-15T11:05:05","date_gmt":"2026-05-15T04:05:05","guid":{"rendered":"https:\/\/dana-blog.dana.id\/?p=1450"},"modified":"2026-06-15T11:09:26","modified_gmt":"2026-06-15T04:09:26","slug":"mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/dana-blog.dana.id\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/","title":{"rendered":"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam dunia investasi, reksadana dan obligasi sering disebut sebagai instrumen yang cocok untuk pemula. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk membangun aset, menyiapkan dana masa depan, dan membantu uang tidak hanya diam di tabungan. Namun, sebelum mulai berinvestasi, penting untuk mengenal perbedaan reksadana dan obligasi agar tidak salah memilih produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Secara sederhana, reksadana adalah wadah investasi yang dikelola oleh Manajer Investasi. Dana dari banyak investor dikumpulkan, lalu ditempatkan ke berbagai instrumen seperti pasar uang, obligasi, saham, atau kombinasi beberapa aset. Sementara itu, obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan. Ketika membeli obligasi, investor pada dasarnya meminjamkan dana kepada penerbit obligasi dan berpotensi menerima imbal hasil sesuai ketentuan produk.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Reksadana?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reksadana cocok untuk orang yang ingin mulai investasi tetapi belum memiliki banyak waktu atau pengalaman untuk memilih aset sendiri. Dalam reksadana, pengelolaan dana dilakukan oleh Manajer Investasi profesional. Investor cukup memilih jenis reksadana yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ada beberapa jenis reksadana yang umum dikenal, seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana saham. Reksadana pasar uang biasanya memiliki risiko lebih rendah, sedangkan reksadana saham memiliki potensi imbal hasil lebih tinggi tetapi juga risiko fluktuasi yang lebih besar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Salah satu kelebihan reksadana adalah diversifikasi. Artinya, dana investor tidak hanya ditempatkan pada satu aset saja. Misalnya, dalam reksadana pendapatan tetap, portofolio dapat berisi berbagai obligasi atau surat utang. Dengan begitu, risiko bisa lebih tersebar dibandingkan membeli satu instrumen secara langsung.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Apa Itu Obligasi?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obligasi adalah instrumen investasi berbentuk surat utang. Penerbit obligasi bisa berupa pemerintah atau perusahaan. Investor yang membeli obligasi berhak mendapatkan imbal hasil atau kupon sesuai ketentuan, serta pengembalian pokok dana saat jatuh tempo jika mengikuti aturan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di Indonesia, salah satu bentuk obligasi yang populer untuk investor ritel adalah Surat Berharga Negara atau SBN. Beberapa jenis SBN diterbitkan pemerintah dan memiliki karakteristik yang berbeda, seperti ada yang bisa diperdagangkan di pasar sekunder dan ada yang tidak. Secara umum, SBN sering dipilih oleh investor yang menginginkan instrumen dengan risiko relatif rendah karena diterbitkan oleh negara. Namun, investor tetap perlu memahami syarat, tenor, likuiditas, dan risiko pasar sebelum membeli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obligasi juga bisa diterbitkan oleh perusahaan. Obligasi korporasi biasanya menawarkan potensi imbal hasil menarik, tetapi risikonya perlu diperhatikan karena bergantung pada kondisi penerbit.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan Reksadana dan Obligasi dari Cara Kerjanya<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Perbedaan utama reksadana dan obligasi terletak pada cara kerjanya. Dalam reksadana, investor menyerahkan pengelolaan dana kepada Manajer Investasi. Investor membeli unit penyertaan, lalu nilai investasinya mengikuti pergerakan Nilai Aktiva Bersih atau NAB.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, dalam obligasi, investor membeli surat utang secara langsung. Investor bisa mendapatkan kupon sesuai jadwal, lalu pokok dana dikembalikan saat jatuh tempo, tergantung jenis obligasi yang dibeli.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dengan kata lain, reksadana lebih praktis karena dikelola oleh pihak profesional, sedangkan obligasi lebih langsung karena investor memilih produk surat utang tertentu.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan dari Sisi Risiko<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Reksadana memiliki risiko yang berbeda-beda tergantung jenisnya. Reksadana pasar uang cenderung lebih rendah risikonya, sedangkan reksadana saham lebih tinggi karena mengikuti pergerakan pasar saham. Reksadana pendapatan tetap juga tetap memiliki risiko pasar karena nilai obligasi di dalam portofolionya bisa naik turun.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obligasi juga memiliki risiko. Untuk SBN, risikonya relatif rendah karena diterbitkan oleh pemerintah. Namun, beberapa jenis obligasi tetap memiliki risiko likuiditas, risiko perubahan suku bunga, dan risiko harga jika diperdagangkan sebelum jatuh tempo. Reksa dana obligasi atau pendapatan tetap juga bisa mengalami fluktuasi nilai karena mengikuti harga pasar obligasi dalam portofolionya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Perbedaan dari Sisi Likuiditas<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Likuiditas berarti seberapa mudah investasi dicairkan menjadi uang tunai. Reksadana biasanya bisa dicairkan sesuai ketentuan produk dan platform, meskipun pencairannya tidak selalu instan. Dana akan masuk setelah proses penjualan selesai.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Obligasi memiliki aturan likuiditas yang berbeda. Ada obligasi yang bisa dijual di pasar sekunder, seperti beberapa jenis SBN ritel, tetapi ada juga yang harus ditahan sampai jatuh tempo. Karena itu, sebelum membeli obligasi, investor perlu membaca ketentuan produk dengan teliti.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mana yang Cocok untuk Pemula?<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jika kamu masih pemula dan ingin investasi yang lebih praktis, reksadana bisa menjadi pilihan awal. Kamu tidak harus memilih obligasi atau saham satu per satu karena sudah dikelola oleh Manajer Investasi. Reksadana juga tersedia dalam berbagai tingkat risiko, sehingga bisa disesuaikan dengan tujuan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, jika kamu ingin imbal hasil yang lebih terukur dan siap menahan dana hingga periode tertentu, obligasi bisa dipertimbangkan. Obligasi seperti SBN cocok untuk investor yang ingin instrumen dengan risiko relatif rendah dan memiliki jadwal imbal hasil yang lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Tidak ada jawaban tunggal yang paling benar. Pilihan terbaik tergantung pada tujuan investasi, jangka waktu, kebutuhan dana, dan profil risiko masing-masing orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Baca juga: <a href=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/keuntungan-investasi-sbn-untuk-pemula\/\">Keuntungan Investasi SBN untuk Pemula: Aman, Stabil, dan Cocok untuk Mulai Berinvestasi<\/a><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Mulai Investasi dengan Lebih Praktis Melalui DANA<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagi pemula, kemudahan akses menjadi salah satu faktor penting dalam memulai investasi. DANA dapat menjadi salah satu pintu masuk yang praktis untuk mengenal produk keuangan digital, termasuk investasi obligasi. Berdasarkan informasi DANA, pengguna dapat mulai berinvestasi obligasi dengan nominal yang relatif terjangkau, tergantung seri obligasi atau produk reksadana obligasi yang tersedia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, DANA juga dapat digunakan untuk mendukung kebiasaan finansial sehari-hari, seperti pembayaran QRIS, transfer, pembelian pulsa, dan pembayaran tagihan. Dengan transaksi yang lebih tertata, pengguna bisa lebih mudah mengatur arus kas sebelum mulai menyisihkan dana untuk investasi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Namun, sebelum membeli produk investasi apa pun, pastikan kamu membaca informasi produk, memahami risiko, dan tidak menggunakan dana kebutuhan harian. Investasi sebaiknya dilakukan menggunakan uang yang memang sudah dialokasikan khusus untuk tujuan keuangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengenal perbedaan reksadana dan obligasi penting agar investor pemula bisa mengambil keputusan dengan lebih bijak. Reksadana cocok untuk yang ingin investasi praktis dengan pengelolaan profesional, sedangkan obligasi cocok untuk yang menginginkan instrumen surat utang dengan potensi imbal hasil sesuai ketentuan produk.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Keduanya memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Karena itu, pilih instrumen yang sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan kemampuan menerima risiko. Untuk memulai perjalanan finansial secara lebih mudah, DANA bisa menjadi solusi praktis dalam mengatur transaksi harian sekaligus mengenal akses investasi digital yang lebih terjangkau.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/www.dana.id\/download?af_reengagement_window=30d&amp;af_xp=custom&amp;c=DANA_Blog&amp;source_caller=ui&amp;af_dp=danaid%3A%2F%2F&amp;af_click_lookback=7d&amp;pid=DANA_Blog&amp;is_retargeting=true&amp;shortlink=Blog\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"200\" src=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/new-long-banner-2-1024x200.jpg\" alt=\"cta banner dana\" class=\"wp-image-1330\" srcset=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/new-long-banner-2-1024x200.jpg 1024w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/new-long-banner-2-300x59.jpg 300w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/new-long-banner-2-768x150.jpg 768w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/new-long-banner-2-1536x300.jpg 1536w, https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2026\/05\/new-long-banner-2-2048x400.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia investasi, reksadana dan obligasi sering disebut sebagai instrumen yang cocok untuk pemula. Keduanya sama-sama bisa digunakan untuk membangun aset, menyiapkan dana masa depan, dan membantu uang tidak hanya diam di tabungan. Namun, sebelum mulai berinvestasi, penting untuk mengenal perbedaan reksadana dan obligasi agar tidak salah memilih produk. Secara sederhana, reksadana adalah wadah investasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":1452,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"fifu_image_url":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp","fifu_image_alt":"perbedaan reksadana dan obligasi","footnotes":""},"categories":[12],"tags":[],"class_list":["post-1450","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-finance"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v25.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi untuk pemula<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Mengenal perbedaan reksadana dan obligasi, mana yang lebih cocok untuk pemula berdasarkan risiko dan tujuan investasi.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi untuk pemula\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengenal perbedaan reksadana dan obligasi, mana yang lebih cocok untuk pemula berdasarkan risiko dan tujuan investasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"DANA Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-05-15T04:05:05+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-15T04:09:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"v-putu ginantara\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"v-putu ginantara\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/\"},\"author\":{\"name\":\"v-putu ginantara\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406\"},\"headline\":\"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?\",\"datePublished\":\"2026-05-15T04:05:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-15T04:09:26+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/\"},\"wordCount\":980,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp\",\"articleSection\":[\"Finance\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/\",\"name\":\"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi untuk pemula\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp\",\"datePublished\":\"2026-05-15T04:05:05+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-15T04:09:26+00:00\",\"description\":\"Mengenal perbedaan reksadana dan obligasi, mana yang lebih cocok untuk pemula berdasarkan risiko dan tujuan investasi.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp\",\"contentUrl\":\"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp\",\"width\":\"4500\",\"height\":\"2250\",\"caption\":\"perbedaan reksadana dan obligasi\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.dana.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Blog\",\"item\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":3,\"name\":\"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/\",\"name\":\"DANA Blog\",\"description\":\"\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"DANA Blog\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png\",\"width\":132,\"height\":40,\"caption\":\"DANA Blog\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406\",\"name\":\"v-putu ginantara\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"v-putu ginantara\"},\"url\":\"https:\/\/www.dana.id\/blog\/author\/v-putu-ginantaradana-id\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi untuk pemula","description":"Mengenal perbedaan reksadana dan obligasi, mana yang lebih cocok untuk pemula berdasarkan risiko dan tujuan investasi.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi untuk pemula","og_description":"Mengenal perbedaan reksadana dan obligasi, mana yang lebih cocok untuk pemula berdasarkan risiko dan tujuan investasi.","og_url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/","og_site_name":"DANA Blog","article_published_time":"2026-05-15T04:05:05+00:00","article_modified_time":"2026-06-15T04:09:26+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp","type":"","width":"","height":""}],"author":"v-putu ginantara","twitter_card":"summary_large_image","twitter_image":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"v-putu ginantara","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/"},"author":{"name":"v-putu ginantara","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406"},"headline":"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?","datePublished":"2026-05-15T04:05:05+00:00","dateModified":"2026-06-15T04:09:26+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/"},"wordCount":980,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp","articleSection":["Finance"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/","name":"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi untuk pemula","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp","datePublished":"2026-05-15T04:05:05+00:00","dateModified":"2026-06-15T04:09:26+00:00","description":"Mengenal perbedaan reksadana dan obligasi, mana yang lebih cocok untuk pemula berdasarkan risiko dan tujuan investasi.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#primaryimage","url":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp","contentUrl":"https:\/\/a.m.dana.id\/danaweb\/cms\/Mengenal_Perbedaan_Reksadana_dan_Obligasi_19_925ac2e163.webp","width":"4500","height":"2250","caption":"perbedaan reksadana dan obligasi"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/mengenal-perbedaan-reksadana-dan-obligasi-untuk-pemula\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.dana.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Blog","item":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":3,"name":"Mengenal Perbedaan Reksadana dan Obligasi, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/","name":"DANA Blog","description":"","publisher":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#organization","name":"DANA Blog","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2025\/06\/DANA-Logo.png","width":132,"height":40,"caption":"DANA Blog"},"image":{"@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/bba346e87ed06fb7a9fbac28d9afb406","name":"v-putu ginantara","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/a5ea4f0ad2955d64f7c765c07cee588f5cbb07ffece38d7ee1081a2b31283c77?s=96&d=mm&r=g","caption":"v-putu ginantara"},"url":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/author\/v-putu-ginantaradana-id\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1450","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1450"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1450\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1451,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1450\/revisions\/1451"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1452"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1450"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1450"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dana.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1450"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}