Hero Image
11 Februari 2021

Ada pandemi, pengguna DANA tumbuh 25%

Digital Economy

Pandemi Covid-19 telah mempercepat adaptasi masyarakat menggunakan pembayaran digital. Dompet digital DANA mencatatkan jumlah 50 juta pengguna sepanjang 2020. Nilai itu tumbuh 25% dibandingkan pengguna di 2019 sebanyak 40 juta orang.


“Terus bertambahnya jumlah pengguna dompet digital DANA menandakan teknologi DANA yang adaptif dan inklusif semakin diterima oleh masyarakat luas. Ini juga menjadi sinyal positif untuk membangun optimisme bahwa teknologi digital dengan konektivitas tinggi dan inklusif akan makin membudaya dan menjadi andalan untuk mendukung setiap transaksi di kalangan luas,” ujar CEO dan Co-Founder DANA, Vince Iswara.


Ia optimis peluang pembayaran digital di Indonesia masih besar sebab penetrasinya masih kecil. Namun adaptasi penerimaan uang elektronik di Indonesia termasuk yang paling cepat di kawasan. Adapun Boston Consultant Group (BCG), bahkan memprediksi pembayaran digital makin diminati di Asia Tenggara dan meningkat hingga mencapai 84% pada 2025.


Lebih lanjut Ia menyatakan, adaptasi pembayaran digital di Indonesia masih belum merata. Ia menyebut di beberapa kota atau daerah seperti Jakarta, masyarakatnya sudah menerapkan cashless society. Sedangkan pada kota tier 2 dan 3 masih belum optimal.


“DANA meyakini manfaat dan penggunaan teknologi finansial digital ke depannya akan makin meluas jika melihat perkembangan perluasan jaringan broadband yang terus dilakukan oleh pemerintah dan pelaku industri hingga ke daerah-daerah yang selama ini belum terkoneksi dan belum bisa memanfaatkan komunikasi data,” jelas Vince.


Selengkapnya baca di sini.(Erick)